Liga Europa, Atletico Madrid Menang 3-0 atas Atletico Bilbao

Atletico Madrid tampil sebagai juara Liga Europa musim 2011/2012 setelah mengalahkan Athletic Bilbao di babak final. Dua gol Radamel Falcao dan satu gol Diego Ribas memberi kemenangan 3-0 untuk Atletico.
Pertandingan final ini berlangsung dengan tempo cepat sejak menit-menit awal. Kedua kubu silih berganti melakukan serangan. Bilbao mengandalkan serangan dari dua sayapnya, sedangkan Atletico membangun serangan melalui serangan balik yang cepat.
Atletico membuka peluang di menit kedua. Sundulan Adrian Lopez menyambut umpan dari sisi kiri masih menyamping di sisi kanan gawang Bilbao.
Laga baru berjalan tujuh menit, Atletico lebih dulu mengubah skor menjadi 1-0 melalui gol Falcao. Menerima umpan terobosan dari Diego, Falcao lalu melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti. Setelah mengecoh satu dua pemain belakang, ia kemudian melepaskan tendangan melengkung terarah ke pojok kanan atas gawang yang bolanya sulit dijangkau kiper Gorka Iraizoz.
Tertinggal satu gol, Bilbao mencoba membangun serangan dari sisi kiri. Tapi pergerakan Muniain berhasil dipotong oleh Juanfran sebelum memasuki kotak penalti.
Di menit ke-18, Bilbao mendapat peluang emas di depan gawang Atletico. Sial bagi Llorente, sepakannya menyambut umpan dari Susaeta masih melebar tipis di sisi kiri gawang Atletico. Muniain! Tembakannya dari luar kotak penalti di menit ke-23 masih mampu ditepis oleh Courtois.
Keasyikan menyerang membuat barisan pertahanan Bilbao lengah. Hal itu kemudian mampu dimanfaatkan Atletico untuk menambah keunggulannya menjadi 2-0. Falcao kembali mencetak gol indah. Menerima umpan silang dari Arda Turan, ia kemudian mengontrol bola tersebut dengan baik. Setelah mengecoh salah satu bek Bilbao, ia kemudian melepaskan tendangan keras yang masuk ke dalam gawang dan gol.
Memasuki babak kedua, Bilbao langsung mengambil inisiatif serangan. Pergerakan Muniain dari sisi kanan diakhiri dengan umpan ke kotak penalti. Namun umpan Muniain berhasil dipotong oleh Miranda dan hanya menghasilkan sepak pojok bagi Bilbao.
Lima menit berselang, giliran Diego yang membahayakan gawang Bilbao. Menerima umpan lambung, Diego membawa bola masuk ke dalam kotak penalti. Tapi tembakannya dari sisi kiri masih melebar.
Pada menit ke-70, Bilbao hampir saja memperkecil ketertinggalan jika bola tendangan Susaeta dari jarak dekat gawang tidak digagalkan kiper Courtois dengan penyelamatan yang baik.
Terus ditekan, bukan berarti Atletico tanpa serangan. Mengandalkan formasi 4-5-1, tim asuhan Diego Simeone tersebut beberapa kali sukses membuat barisan belakang Bilbao kerepotan dengan serangan balik yang sangat cepat.
Bilbao yang mengejar ketertinggalan terus melancarkan serangan. Kali ini giliran Susaeta yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sempat mengenai pemain Atletico, bola sepakan Ssaeta melebar tipis dari gawang Courtois.
Atletico yang lebih banyak mengandalkan serangan balik mendapat peluang di menit ke-79. Setelah mengecoh pemain belakang Bilbao, Arda Turan melepaskan tembakan yang terlalu lemah dan mampu diamankan oleh Iraizoz.
Empat menit menjelang akhir pertandingan, justru Atletico yang mampu menambah keunggulan menjadi 3-0 berkat gol Diego pada menit ke-86. Menerima umpan dari serangan balik yang cepat, Diego kemudian melakukan aksi individu, sebelum melepaskan tendangan terarah yang masuk ke gawang. Skor itu pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan ini membuat Los Rojiblancos meraih gelar Liga Europa untuk kedua kalinya. Sebelumnya mereka juga meraih trofi ini di musim 2009/2010 setelah mengalahkan Fulham di babak final.
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai mengantar Atletico Madrid meraih titel Liga Europa. Ia juga memberi pujian untuk penampilan Radamel Falcao. Simeone menyebut timnya tampil baik sepanjang pertandingan. Ia juga memberi kredit khusus pada Falcao yang tampil luar biasa dan mencetak dua gol untuk Atletico.







